Rabu, 21 Desember 2011

penting membaca bagi remaja


MEMBACA sangat penting bagi setiap orang. Karena hal itu akan mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mereka yang melakukannya. Namun kegiatan membaca ini belum banyak dilakukan, khususnya remaja.

Hal ini memang menjadi keprihatinan banyak pihak, baik itu pendidik, orangtua maupun pemerintah. Upaya-upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk gemar membaca telah lama dilakukan dengan banyak cara.

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi.

Jepang, Amerika, Jerman dan negara maju lainnya dengan kebiasaan masyarakat membaca buku begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka ke manapun mereka pergi. Kadang kita lihat buku di tangan mereka kala antri membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, di bandara, kedai kopi dan tempat-tempat lain. Di Indonesia, kebiasaan ini belum tampak.

Di zaman sekarang ini, remaja membaca buku apabila sedang membutuhkan sumber untuk mengerjakan tugas. Fenomena seperti ini juga sering terjadi saat seorang mahasiswa sedang menyusun tugas akhir atau skripsi.

 “ Memang budaya membaca kini sudah tidak lagi menjadi kebutuhan bagi generasi muda. Hal itu disebabkan karena kurang kontrolnya keluarga dan masyarakat terhadap anak dalam pemanfaatan teknologi sekarang ini,” ujar Prof Dr H Suwardi Lubis MS.

Suwardi yang juga dosen komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan menambahkan, akibat dari kurangnya budaya membaca, pola pikir remaja menjadi praktis dan itu membuat mereka mudah frustasi. Padahal, dengan membaca pola pikir seseorang akan lebih terbuka dan banyak hal-hal positif yang akan didapatkannya.

“ Salah apabila seorang mahasiswa membaca buku ketika hendak menyelesaikan skripsi karena pasti hanya akan membaca buku yang berkaitan dengan skripsi atau tugasnya saja. Itu membuat wawasannya menjadi tidak luas,” tegas Pak Suwardi yang juga mengajar di USU.

Beliau juga berpesan kepada generasi muda agar menyadari bahwa buku itu adalah jantung kehidupan. Karena dengan membaca buku wawasan serta pengetahuan kita akan semakin bertambah.  

manajemen pemasaran


Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).
Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).
Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Cara dan falsafah baru ini disebut "Konsep Pemasaran".

manajemen SDM


Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individusecara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologisosiologi, dll.
Unsur MSDM adalah 
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

KONSEP DASAR MANAJEMEN KEUANGAN


KONSEP DASAR MANAJEMEN KEUANGAN

James C. van Horne mendinisikan manajemen keuangan adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
Konsep dasar manajemen keuangan terdiri atas:
A.   Pasar Finansial dan Teori Suku Bunga

v  Sekuritas Pasar Finansial
Sekuritas pasar uang terdiri atas instrumen jangka pendek yang dijual oleh pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan. Karakteristik sekuritas ini adalah usianya satu tahun atau kurang. Contoh : sertifikat Bank Indonesia, commercial paper, JIBOR (Jakarta Interbank Offerrate) dan deposito.
v  Sekuritas Pasar Modal
Sekuritas pasar modal terdiri atas instrumen dengan usia lebih dari satu tahun hingga tak terhingga (tanpa waktu jatuh tempo). Terbagi atas : (1) sekuritas yang memberikan penghasilan tetap, misalnya obligasi dengan bunga tetap, (2) sekuritas yang menawarkan partisipasi kepemilikan misalnya saham biasa.
v  Sekuritas Turunan
Sekuritas turunan adalah sekuritas yang nilainya dikaitkan dengan aktiva atau sekuritas lainnya (sekuritas utama seperti obligasi dan saham). Sekuritas turunan yang banyak diperjualbelikan adalah :
§  Option adalah suatu kontrak antara dua pihak, pihak penjual option dan pihak pembeli option untuk melakukan transaksi jual beli suatu aktiva tertentu pada harga dan waktu yang telah disepakati.
§  Future adalah suatu kontrak antara dua pihak untuk melakukan transaksi (penjualan/pembelian) terhadap suatu aktiva pada masa mendatang dengan harga yang telah disepakati sekarang.
v  Investasi Tidak Langsung Melalui Reksa Dana
Reksa dana sering dikatakan pada umumnya menawarkan likuiditas, diversifikasi dan “manajemen dana secara professional”. Pemegang reksa dana dengan modal dan pengetahuan terbatas dapat menikmati efek diversifikasi karena reksa dana merupakan himpunan sekuritas yang dipilih oleh para profesional dalam bidang investasi.

FUNGSI PASAR FINANSIAL
Pasar finansial memiliki fungsi ekonomi yang amat penting yaitu untuk mengalokasikan dana secara efisien dari pihak yang kelebihan dana ke pihak yang membutuhkan dana. Terdapat dua cara investor membeli sekuritas (1) secara langsung, melaui pasar finansial (2) secara tidak langsung, melalui perantara keuangan seperti  bank dan lembaga pendanaan serta perusahaan investasi.

PENENTUAN TINGKAT SUKU BUNGA
Tingkat suku bunga ditentukan oleh faktor permintaan dan penawaran dana. Teori loanable funds memberikan penjelasan faktor-faktor yang mempengaruhi supply :
1.      Rumah tangga
Jika suku bunga tinggi atau penghasilan meningkat tabungan rumah tangga semakin bertambah, berarti dana yang dapat dipinjamkan meningkat.

2.      Sektor usaha
Kelebihan kas yang dapat diinvestasikan dalam jangka pendek akan meningkatkan dana yang dapat dipinjamkan.
3.      Pemerintah
Pemerintah mempengaruhi supply dan melalui bank sentral ini merupakan faktor yg dominan dalam menentukan besar kecilnya Sf.
4.      Investor asing
Semakin banyak investor asing yang tertarik untuk memberikan pinjaman atau menginvestasikan dananya di suatu Negara Sf akan naik.

Keempat faktor tersebut juga mempengaruhi  permintaan akan loanable funds (Df). Misalnya, jika konsumsi rumah tangga meningkat, Df meningkat. Bila perekonomian membaik dan perusahaan memiliki alternatif investasi, kebutuhan modal akan meningkat, Df pun meningkat. Jika pemerintah menaikkan anggaran belanja, kebutuhan modal meningkat Df meningkat. Jika investor asing membutuhkan dana dari suatu Negara Df akan meningkat.



B.   RISIKO DAN KEUNTUNGAN

Kerangka analisis risiko dan tingkat keuntungan sangat penting bagi seorang investor yang melakukan investasi pada kondisi yang tidak pasti (probabilistik). Seperti diketahui, hukum dasar yang berlaku dibidang investasi (termasuk investasi pada aktiva finansial) adalah semakin tinggi tingkat keuntungan suatu investasi semakin besar pula tingkat risikonya. Bagi investor awam hukum ini mungkin bukan hal baru. Masalahnya adalah bagaimana mereka dapat mengukur risiko suatu investasi atau himpunan investasi (portofolio). Tanpa mengetahui ukuran risiko tersebut sulit bagi  mereka  untuk menentukan tingkat keuntungan yang seharusnya ada ada suatu investasi atau portofoilo.

Cukup sulit untuk mencari suatu definisi risiko yang dapat diterima semua pihak. Menurut The American Heritage Dictionary risiko didefinisikan sebagai “the possibility of suffering harm or loss”. Dalam konteks investasi, kondisi harm atau loss tersebut dapat berupa kondisi dimana investor menerima keuntungan lebih keci l dari keuntungan yang disyaratkan atau diharapkan karena risiko timbul dari ketidakpastian, maka untuk mengukur risiko kita harus memahami konsep distribusi probabilitas.

v  Hubungan positif antara risiko dan keuntungan : studi jangka panjang

Studi jangka panjang yang dilakukan oleh Roger Ibbotson dan Rex Sinquedieldi menunjukkan bahwa investor menerima keuntungan yang lebih tinggi untuk menanggung risiko yang lebih besar. Investasi yang paling berisiko adalah saham perusahaan kecil, kemudian diikuti oleh saham biasa, obligasi perusahaan jangka panjang, dan obligasi pemerintah. Risiko yang tinggi dikompensasi dengan keuntungan yang tinggi pula.

v  Risiko sistematis dan tidak sistematis

Menurut teori capital asset pricing model atau CAPM risiko ini disebut sebagai risiko yang tidak sistematis yaitu risiko yang dapat dihilangkan melalui deversifikasi. Risiko ini merupakan probabilitas keuntungan berada di bawah keuntungan yang diharapkan yang disebabkan oleh faktor-faktor yang hanya ada pada suatu perusahaan. Misal perubahan manajemen perusahaan. Risiko sistematis adalah risiko yang tidak dapat dilhilangkan melalui diversifikasi. Risiko ini sering disebut risiko pasar karena disebabkan faktor yang menimpa seluruh ekonomi atau pasar. Risiko sistematis ini merupakan probabilitas bahwa keuntungan perusahaan di bawah keuntungan yang diharapkan karena adanya faktor-faktor yang berdampak pada suatu perusahaan yang berada dalam suatu perekonomian. Misal kenaikan pajak.


C.   ANALISIS NILAI WAKTU UANG
·         Dalam menganalisis nilai waktu uang khususnya nilai sekarang atau present value kita membutuhkan informasi suku bunga. Suku bunga yang dipakai dalam analisis tergantung pada asumsi investor tentang tingkat keuntungan pada investasi.


v  FUTURE VALUE
Future value adalah nilai di masa mendatang dari uang yang ada sekarang. Uang yang di tabung hari ini akan berkembang menjadi sebesar future value karena mengalami proses bunga berbunga (compounding). Futue value dapat dihitung dengan konsep buanga majemuk (bunga-berbunga) dengan asumsi bunga atau tingkat keuntungan yang di peroleh dari suatu investasi tidak diambil atau di konsumsi tetapi di investasikan kembali.

v  PRESENT VALUE
Present value adalah kebalikan dari future value. Proses mencari present value di sbut sebagai proses diskonto. Present value dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari suatu nilai yang akan di terima atau dibayar di masa mendatang.

v  ANUITAS
Anuitas atau annuity adalah suatu seri penerimaan  atau pembayaran sejumlah uang yang tetap untuk suatu periode waktu tertentu.
Jika penerimaan atau pembayaran terjadi pada akhir setipa periode, anuitasnya disebut annuitas biasa.

v  PERPETUITY
Pertuity adalah annuitas yang berlangsung sampai periode waktu yang tak terhingga. Dengan demikian pembayaran (PMT) dari suatu perpetuity adalah tak terhingga jumlahnya. Perlu dicatat bahwa PMT dan k harus sama periode waktunya. Jika PMT setiap tahinan maka k juga suku bunga pertahun. Jika PMT setiap bulan maka k harus suku bunga perbulan.

v  PERIODE COMPOUNDING atau DISCOUNTING TIDAK TAHUNAN
Compounding dan discounting tidak selalu tahunan tetapi bisa juga harian, mingguan, bulanan atau tengah tahunan. Semakin singkat periode compounding, semakin menguntungkan penabung atau investor karena  bunga segera diterima dan dapat dinvestasikan kembali.

v  HUTANG YANG TERAMORTISASI
Hutang yang teramortisasi adalah hutang dibayar kembali dengan jumlah yang sama secara periodik dari waktu kewaktu.


D.   PENILAIAN OBLIGASI
         Obligasi adalah surat hutang (pada umumnya berjangka panjang) yang diterbitkan oleh suatu perusahaan atau pemerintah. Obligasi disebut surat berharga karena pemegang obligasi memiliki klaim terhadap pembayaran bunga dan pokok pinjamanyang telah ditetapkan. Contoh obligasi yang diterbitkan pemerintah: treasury-bills (obligasi jangka pendek), Treasury notes(obligasi jangka menengah), treasury bonds(obligasi jangka panjang)yang diterbitkan pemerintah AS. Pemerintah Indonesia belum menerbitkan obligasi(berdasarkan sumber referensi). Contoh obligasi yang diterbitkan perusahaan :PLN dan Jasa Marga. Obligasi merupakan alternatif pendanaan melalui hutang yang menarik bagi perusahaan atau pemerintah karena pada umumnya obligasi memiliki jatuh tempo yang panjang dan relatif murah karena merupakan proses hutang secara langsung kepada masyarakat (supplier modal). Meskipun demikian, obligasi (terutama yang memberikan bunga yang tetap)memiiki resiko kerugian akibat fluktuasi suku bunga di pasar.

1.      SIAPA YANG MENERBITKAN OBLIGASI
         PEMERINTAH.
         PERUSAHAAN.
         PEMERINTAH NEGARA BAGIAN.
         PEMERINTAH ASING ATAU PERUSAHAAN ASING.

2.      JENIS OBLIGASI BERDASARKAN PENERBITAN
TREASURY BOND
         DITERBITKAN OLEH PEMERINTAH PUSAT, BISA DEPARTEMEN KEUANGAN ATAU BANK INDONESIA..
         TIDAK MEMILIKI RISIKO KEGAGALAN.
         HARGA OBLIGASI AKAN MENURUN JIKA SUKU BUNGA NAIK.
CORPORATE BOND
         DITERBITKAN OLEH PERUSAHAAN.
         MEMILIKI RISIKO KEGAGALAN JIKA PENERBIT OBLIGASI MEMILIKI MASALAH.
         RISIKO KEGAGALAN BERBEDA-BEDA PADA PERUSAHAAN YANG BERBEDA, TERGANTUNG DARI KARAKTERISTIK PENERBIT DAN JANGKA WAKTUNYA.
         SEMAKIN TINGGI TINGKAT RISIKO KEGAGALAN, SEMAKIN TINGGI TINGKAT SUKU BUNGA YANG HARUS DIBAYAR OLEH PENERBIT.
MUNICIPAL BOND
         DITERBITKAN OLEH PEMERINTAH NEGARA BAGIAN DAN LOKAL.
         MEMILIKI RISIKO KEGAGALAN.
         JIKA PEMEGANGNYA ADALAH PENDUDUK SETEMPAT, DIBEBASKAN DARI PAJAK FEDERAL DAN PAJAK NEGARA BAGIAN TERSEBUT.
         MEMILIKI SUKU BUNGA YANG LEBIH RENDAH DARI OBLIGASI PERUSAHAAN, DENGAN RISIKO YANG SAMA.
FOREIGN BOND
         DITERBITKAN OLEH PEMERINTAH ASING ATAU PERUSAHAAN ASING.
         DIHADAPKAN PADA RISIKO KEGAGALAN.
         ADA TAMBAHAN RISIKO JIKA DITERBITKAN DALAM MATA UANG ASING.


3.      KARAKTERISTIK UTAMA OBLIGASI
         Nilai nominal (Nilai pari), adalah nilai nominal yang ditetapkan atas obligasi.
         Nilai Intrinsik, adalah merupakan nilai teoritis dari suatu obligasi. Diperoleh dari hasil estimasi nilai saat ini (PV) dari semua aliran kas obligasi dimasa yang akan datang.
         Suku Bunga Kupon, merupakan suku bunga tahunan yang ditetapkan atas obligasi.
         Peringkat Obligasi, penilaian atas resiko obligasi yang mungkin terjadi kemudian
         Suku Bunga Mengambang, suku bunga ditentukan selama periode tertentu (6 bulan), setelah itu disesuaikan setiap 6 bulan berdasarkan suku bunga pasar.
         Suku Bunga Nol, merupakan obligasi yang tidak membayar bunga tahunan.
         Tanggal Jatuh Tempo,  merupakan umur obligasi dimana nilai nominal obligasi harus dibayar.
         Provisi Penarikan, merupakan provisi dalam kontrak obligasi yang memberikan hak kepada penerbit untuk menebus obligasi pada jangka waktu tertentu sebelum tanggal jatuh tempo normal. Besarnya provisi penarikan lebih tinggi dari nilai nominalnya, selisihnya disebut premi penarikan. Besarnya premi penarikan sama dengan bunga satu tahun jika obligasi ditarik selama tahun pertama. Besarnya premi akan menurun pada tingkat yang konstan sebesar INT/N setiap tahun sesudahnya.
         Dana Pelunasan, premi dana pelunasan merupakan provisi dalam kontrak obligasi yang mengharuskan penerbit untuk menarik sebagian dari obligasi setiap tahun.
         Indenture, perjanjian legal antara perusahaan penerbit obligasi dengan dewan wali atau wali obligasi yang mewakili para pemilik atau pembeli obligasi
         Tingkat penghasilan sekarang, rasio pembayaran tahunan terhadap harga obligasi di pasar


Manajemen Waktu untuk Hidup Bahagia


Manajemen Waktu untuk Hidup Bahagia

SETIAP keluarga memiliki waktu setiap jamnya 60 menit, sehari 24 jam, dan seminggu 7 hari. Kita bisa mendapatkan sebuah keluarga sukses yang mampu merealisasikan tujuan-tujuannya dalam waktu yang tersedia. Namun kita juga bisa menyaksikan keluarga lainnya yang justru seolah-olah dikejar-kejar waktu, tidak bisa hidup tenang, tak mampu mewujudkan tujuan-tujuannya, dan tak bisa menikmati hidup. Tak pelak, keluarga tersebut tak bisa khusyuk beribadah.

Perbedaan di antara kedua keluarga tersebut adalah sejatinya keluarga pertama memahami betul urgensi waktu; mengetahui cara memenejnya, sedangkan keluarga yang kedua menjadi antitesa keluarga pertama. Rasulullah bersabda, “Ada dua nikmat yang dilalaikan banyak manusia; kesehatan dan waktu luang.”

Siapa saja yang menggunakan kesehatan dan waktu luangnya dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang berbahagia. Namun, siapa yang menggunakan keduanya untuk bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah orang yang sengsara. Ini mengingat, sehat merupakan lawan dari sakit, dan waktu luang lawan dari sibuk

pengertian manajemen


Sering kita mendengar kata manajemen, namun banyak di antara kita tidak tahu pengertian manajemen / definisi manajemen tersebut, kali ini coba kita lihat apa sih pengertian manajemen itu sebenarnya ?
Kata manajemen di ambil dari kata bahasa inggris yaitu “manage” yang berarti mengurus, mengelola, mengendalikan, mengusahakan, memimpin.
Berikut pengertian manajemen menurut beberapa ahli :
1.    Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian,penyusunan,pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (By : Drs. Oey Liang Lee )
2.    Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan. (By : James A.F. Stoner)
3.    Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya. (By : R. Terry )
4.    Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.(By : Lawrence A. Appley)
5.    Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain. (By : Horold Koontz dan Cyril O’donnel )
Sebenarnya ada banyak versi mengenai definisi manajemen, namun demikian pengertian manajemen itu sendiri secara umum yang bisa kita jadikan pegangan adalah :
“Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya”

manajemen keuangan


A. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.
Penjelasan Singkat Masing-Masing Fungsi Manajemen Keuangan :
1. Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
2. Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
3. Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
4. Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
5. Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
6. Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
7. Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
B. Tugas Pokok Manejemen Keuagan
Tugas-tugas dasar yang diemban oleh seorang menejer keuangan secara umum adalah :
1. Mendapatkan Dana Perusahaan
2. Menggunakan Dana Perusahaan
3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan
C. Tujuan Manajemen Keuangan
Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.